7 Hal Yang Hanya Dimengerti Oleh Orang Yang Selamat Dari Kecelakaan

Mengalami kecelakaan kemudian lintas ialah hal masuk akal yang dialami oleh orang yang sehari-harinya berkutat dengan kendaraan bermotor di jalan raya untuk pergi bekerja, kuliah, dan acara lainnya. Namun, bagi yang pernah mengalaminya dan selamat dari maut, maka akan menjadikan renungan yang mendalam serta pembelajaran untuk diri sendiri maupun orang lain.

Terutama yang mengendarai sepeda motor, resiko mengalami kecelakaan baik itu jatuh alasannya jalan berlubang, menabrak pohon alasannya mengantuk, menabrak dan ditabrak kendaran/orang lain, hingga hal yang tidak terpikirkan ibarat tertabrak roda kendaraan lain yang lepas merupakan resiko yang harus dihadapi. Kita sudah berhati-hati pun, tetap ada celah untuk mengalami yang namanya kecelakaan.

Izwie punya beberapa hal yang tampaknya hanya orang yang selamat dari kecelakan kemudian lintas lah yang sanggup memahaminya. Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

1. Selamat dari Maut Membuatnya Berpikir Hidup Itu Sangat Berharga

Ya, kehidupan ini diberikan oleh Tuhan tentunya dengan tujuan semoga kita sanggup berkarya dan berzakat baik. Saat sadar bahwa ia selamat dari maut, maka ia akan menganggap hidup ini terlalu berharga bila dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kecelakan sanggup mengubah mindset perihal kehidupannya, dan membuatnya sanggup mengoptimalkan hidup dengan baik.

2. Harta Bisa Dicari, Nyawa Selamat Harus Disyukuri

Saat melihat kendaraan atau barang berharganya hancur, hal itu tidak berarti apa-apa bila dibandingkan karunia Tuhan yang ia dapatkan yakni nyawa yang masih diselamatkan. Biaya pengobatan yang mahal tidak bernilai besar alasannya nyawanya lebih dari segala-galanya. Oleh alasannya itu, ia tetap bersyukur walau harus kehilangan harta benda atau bahan asalkan nyawanya masih selamat.

3. Jika Berhati-hati Sudah Dilakukan, Takdir Tuhanlah yang Membuatnya Bisa Mengalami Celaka

Sebagian orang, ketika tahu ia kecelakaan akan mencari celah untuk “menyalahkannya” ibarat menyampaikan kalau saja ia lebih waspada dan hati-hati dalam berkendara. Namun, ia lebih tahu yang terjadi, sehingga ia akan pasrah pada Tuhan. Takdir Tuhanlah yang berbicara bahwa jam sekian, menit sekian, detik sekian ia akan mengalami kecelakaan. Maka ia pasrah dengan cobaan yang tengah diberikan padanya.

4. Safety Riding Itu Penting! Setidaknya Bisa Meminimalisir Luka-luka

Setelah mengalami kecelakaan, safety riding menjadi sangat penting. Kelengkapan ketika berkendara sanggup mengurangi resiko fatal tanggapan kecelakan kemudian lintas. Oleh alasannya itu, ia akan menganjurkan pada orang lain untuk menggunakan pengamanan yang lengkap sebelum berkendara semoga mereka sanggup selamat.

5. Ternyata, Hanya Keluarga dan Teman Sejatilah yang Akan Setia Merawat dan Menjenguknya

Saat di rumah sakit, ia mencicipi bahwa hanya keluarga dan sobat sejatilah yang mengerti kesusahannya, sehingga mereka setia merawat, menjenguk dan mendoakannya dengan tulus. Saat kau jatuh, kau akan tahu siapa temanmu. Ungkapan itu benar adanya.

6. Diatas Kesakitannya, Perasaan Pasanganlah yang Jauh Dia Pedulikan

Seseorang yang mengalami kecelakaan, ia tidak begitu memikirkan dirinya sendiri. Biasanya, justru perasaan pasanganlah yang ia pedulikan. Ia membayangkan pedihnya hati pasangan melihatnya sakit, sehingga ia berjuang untuk tetap hidup dan sehat kembali. Ia berfikir, bahwa bila ia tidak selamat niscaya pasangannya akan sangat kehilangan dan bersedih.

7. Kecelakaan Membuatnya Waspada dan Tidak Melanggar Hak Orang Lain

Terakhir, mengalami kecelakan kemudian lintas akan menciptakan ia sadar bahwa kedepannya, ia harus berhati-hati ketika berkendara dan tidak mengabaikan hak-hak orang lain. Ia tidak akan membiarkan orang lain celaka ibarat dirinya.

Nah, itulah beberapa hal yang hanya sanggup dipahami oleh orang yang pernah mengalami kecelakaan dan selamat dari kecelakaan tersebut. Kamu pernah merasakannya juga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *